MocchiSpot: The Blog

Truths and Cries and Lies of a Boy, Fresh Served
  • My Wishlist for 2009

    Comments
    scissors
    January 1st, 2009keropikaLife
    • Computer upgrades which enables my PC to play at least Crysis
    • The new aluminium unibody MacBook
    • Satisfying school marks (one of the condition for the MacBook ‘cuz Mom’s buying it)
    • Get to the 3rd grade at school (this one definitely links to the second point)
    • My lost MP3 collection (which accumulates to approx. 10 gigs)
    • The whole 2009 issues of Reader’s Digest
    • New self-photographs (to be uploaded for my Facebook account)
    • New debit card (’cuz I lost the old one and desperately need another)
    • Canon EOS 50D
    • Efek Rumah Kaca: Kamar Gelap
    • Renew mocchispot.net domain account
    • Girlfriend? I don’t think so.
    • Boyfriend?! You’re joking, right? (to avoid misunderstanding thanks to Mr cessario)

    Closing phrase? Amin.

    Tags: , , ,
  • Jeritan Seorang Kutu

    Comments
    scissors
    December 12th, 2008keropikaLife

    Tolol, bodoh, dan tidak berguna.

    Empat kata (plus satu kata hubung) yang saya anggap menggambarkan diri saya. Entah kenapa belakangan ini saya merasa tidak pernah dibutuhkan orang lain. Keberadaan saya hanya seperti tiupan angin bagi mereka; bahkan lebih buruk: seperti sebuah ketidakberadaan. Inexistent. Oblivious. Saya adalah sebuah kekecewaan. Sebuah kegagalan.

    Sebagai seorang anak, di satu sisi saya ingin menjadi seorang anak yang membanggakan. Tapi di sisi lain, apa yang saya lakukan? Hanya merenung. Bertanya mengapa. Berharap. Dalam kata lain, diam. Kalau berbuat juga tidak pernah satu hal pun yang menjadi kebanggaan. Sejauh yang saya sadari, yang saya berikan pada mereka hanyalah kekecewaan, kemarahan, kemurkaan! Sungguh kurang ajar! Nasihat saya anggap jerat. Pinta saya anggap siksa. Ibu! Ayah! Permintaan maaf adalah satu-satunya hal yang terpikirkan, tapi apakah itu jalan keluarnya? Bodoh! Sangat, sangat mengecewakan!

    Sebagai seorang kakak, keegoisan diri membuat saya meninggalkan tanggung jawab untuk menjaga Adzwin —sang adik, dengan baik. Saya adalah sosok kakak yang secara harfiah ditakuti. Saya biarkan Adzwin kehausan saat saya mabuk dengan air yang seharusnya diminumnya. Saya biarkan Adzwin kelaparan saat saya kenyang dengan nasi yang seharusnya dimakannya. Saya biarkan Adzwin menangis darah saat saya membentak marah. Kakak macam apa saya ini? Bahkan, pantaskah saya disebut sebagai seorang ‘kakak’? Menyedihkan!

    Sebagai seorang teman, kebodohan menjadikan saya seseorang yang jauh dari keberadaan. Dulu saya merasa saya adalah orang yang dibutuhkan; kenyataannya, sayalah yang membutuhkan. Sampai ketakutan akan ditinggalkan menghantui saya. Saya mencoba untuk bisa berguna bagi orang lain, meskipun dengan menghamba kepada mereka, melakukan apapun yang mereka minta. Mungkin memang cara yang tidak cerdik untuk menjadi seseorang yang “berguna”, tapi itulah satu-satunya cara agar saya bisa, setidaknya, dianggap. Entahlah, tapi lebih baik menjadi budak yang dicari daripada menjadi hantu yang ditakuti. Ah… Tapi siapa juga yang mencari saya? Saya tak adapun, mereka tetap hidup, kok.

    Mungkin akan lebih baik jika saya tinggal sendiri… Tidak! Akan jauh lebih baik jika saya tidak pernah ada di dunia ini! Sering terpikirkan oleh saya bahwa sekaranglah waktunya untuk saya menaruh tanda titik pada cerita hidup ini. Tapi faktor kepercayaan pada adanya akhirat membuat saya berpikir empat kali untuk itu. Percuma. Karena menurut informasi yang saya dapat mengenai akhirat, di sana saya bakal lebih tersiksa, bahkan katanya lebih berat. Membingungkan. Semua serba salah. Memang sebuah pemikiran gila! Masih waraskah saya?

    Tapi tanpa saya, dunia tetap berjalan, kan? Tanpa saya, dunia masih bisa tertawa. Keberadaan saya sama sekali tidak pengaruh. Pernahkah orang mencari saya karena saya dibutuhkan? Tidak! Karena saya adalah bangkai terpuruk yang mestinya sudah membusuk! Karena saya adalah ornamen basi yang harusnya tidak ikut menghiasi!

    Apa saya seperti tidak menghargai hidup? Tidak! Saya sangat menghargai hidup! Sangat menghargainya sampai saya menerima takdir apa adanya.

    Tapi entahlah… Mungkin saya harus belajar pada kutu-kutu. Mereka tidak dibutuhkan, dihindari, dibenci, dilaknat, tapi toh mereka tetap bisa hidup.

    Mungkin hidup memang harus dinikmati

    Oh. And happy birthday to a friend of mine who is currently freezing cold in Japan.

    Tags: , ,
  • Jarang OL?

    Comments
    scissors
    October 26th, 2008keropikaLife

    Nggak jarang pertanyaan yang jadi judul post ini diajukan pada saya. Anehnya giliran saya OL, kehadiran saya di dunia per-OL-an terkesan tidak diharapkan. Jangankan sapaan, buzz aja nggak. Saya agak merasa dikucilkan.

    Tapi “merasa terkucilkan” bukan alesan kenapa saya jarang eksis di dunia per-OL-an —lagian saya nggak terlalu peduli. Seperti yang mungkin dialemin beberapa orang yang bernasib sama seperti saya, ada beberapa alesan yang ngehalang saya untuk menikmati obrolan-obrolan di dunia maya, diantaranya:

    • HP (HandPhone) dan/atau aplikasi yang nggak mendukung aktifitas online chattingTernyata dukungan GPRS sebuah HP nggak cukup untuk berhasil connect YM. Mungkin kalo dibawa browsing internet selalu lancar dan nggak pernah delay, tapi coba bandingin waktu saya nyoba W380-i saya buat OL pake aplikasi yang macem-macem, mulai dari SH Messenger, eBuddy, Yehba, YMTiny sampe aplikasi messenger kurang terkenal lain, pasti nggak pernah lancar. Jangankan lancar, nyambung aja nggak. Entah apa yang salah, yang pasti pertanyaannya adalah kenapa benda kecil itu ngalarang saya buat OL di HP.
    • Koneksi Internet yang menyebalkan. Alternatif untuk bisa eksis di YM selain cumi HP orang adalah dengan memanfaatkan fasilitas lain: komputer. Most of the time, aquamocchi online pake komputer, dan online di komputer bergantung sepenuhnya pada koneksi internet yang ada. NAH, orang penggila OL yang nggak punya koneksi internet rumah ngira kalo bisa punya koneksi internet rumah itu pasti menyenangkan. Respons pengguna koneksi internet rumah? “Kata siapa?”. Nggak jarang internet rumah bermasalah, dan itu sama nyebelinnya dengan waktu server YM di HP lagi error. Dan pastinya ngeselin. Gimana nggak? Satu-satunya harapan untuk OL kandas sudah ketika koneksinya bermasalah. Yah, satu advice buat yang belum dapet kesempatan untuk bisa nikmatin internet di rumah: Internet di rumah nggak selamanya menyenangkan!
    • Males. Di banyak hal di dunia ini, mungkin males itu hal yang biasa. Tapi di dunia per-OL-an, males merupakan hal yang tabu. Apa susahnya sih, ngambil HP terus mencet beberapa tombol doang? Yeah, untuk saya yang menggunakan media komputer sebagai sarana untuk OL, kenyataannya nggak segampang itu. Nggak kayak HP, prosedur OL di komputer jauh lebih rumit. Boot screen, log-on, start-up, dan lain-lain wajib ditonton saya sebelum akhirnya bisa nge-akses YM dan OL. Bisa dimengerti?

    Yah, basically sih itu doang dilema-dilema yang saya hadepin buat nggak hanya YM, tapi juga FS dan tetek-bengek social networking lain.

    Saya pengen banget bisa OL sesering orang-orang penikmat OL lain, tapi apa boleh buat? Derita gue.

    Yeah. Pathetic. Sangat menyedihkan.

    Tags: , , , , ,
  • Aircraft Manufacturing Plant, Here We Go!

    Comments
    scissors
    May 23rd, 2008keropikaLife

    Hari ini saya ke sekolah bukan untuk belajar. My class had an excursion to PT. DI, or Indonesian Aerospace in English. Buat yang nggak tau, PT. DI itu, kasarnya adalah, pabriknya pesawat. Tempat dimana airplanes are assembled from the small parts to the large ones, making it a fully operational aircraft.

    Kayak kalo masang mainan miniatur kapal yang banyak ditemuin di toko hobbies. Cuma ini versi besarnya. The real thing, you know what I’m saying?

    Oke, saya bicarain dikiit banget kenapa PT. DI didirikan. Indonesia adalah negara kepulauan besar, bahkan terbesar di dunia. Itulah alasan utama PT. DI dibangun: untuk mempermudah transportasi antar-pulau di Indonesia.

    PT. DI sekarang masih beroperasi dengan approximately 3000 employees. PT. DI berdiri pada tanggal 23 Agustus 1976 dengan nama PT. IPTN. Believe it or not, they had as many as 16,000 employees in the past. Sejak taun 1997, mereka kudu ngurangin pekerja mereka, karena PT. DI itu perusahaan milik negara, dan satu-satunya investor mereka adalah negara, dan negara sedang krisis keuangan saat itu. Mau nggak mau, investasi negara buat PT. DI juga sempet berhenti.

    Kegiatan dari PT. DI adalah meng-assemble parts dari badan pesawat-pesawat terbang. Hanya badannya aja, soalnya Indonesia nggak punya cukup resources untuk bikin mesin pesawat. Meng-assemble parts-nya pun bahan-bahan dasarnya di impor dari luar negeri, yah, karena masalah sumber daya yang nggak mencukupi.

    Ada satu helikopter yang sangat menarik. Helikopter ini ringan untuk satu orang penumpang, jenis NBO-105. Ini produk PT. DI yang paling murah. Harganya 1,6 juta. Ya, 1,6 juta. 1,6 juta dollar Amerika. US$1,600,000, ato sekitar Rp16 miliar.

    Tugas kita cuma berkunjung dan ngisi worksheet yang disediain, dan kalo dikumpulin, kita dapet sertifikat excursion yang harusnya diperdebatkan karena ketidakjelasan akan fungsi sertifikat itu untuk apa.

    We had a good time there. Kita kompak. Jarang-jarang kalo berkunjung ke luar kita bisa enjoy waktu kita dan bisa sebegitu kompak.

    Tags: , ,
  • Talent Show or Something?

    Comments
    scissors
    April 25th, 2008keropikaLife

    Pernah denger yang namanya Mojang-Jajaka (Moka)? Itu… Ajang dimana para, well… Mojang dan Jajaka nampilin bakat yang dimiliki oleh masing-masing Mojang / Jajaka, disaksiin oleh tim penilai dan orang banyak. Coba tebak? Di sekolah saya mau diadain acara macem gitu untuk memperingati Hari Kartini (Harinya kapan, diperingatinya kapan…). Ruang lingkupnya cuma di sekolah aja, jadi sepasang Mojang-Jajaka wakil dari masing-masing kelas bersaing ama kelas lain.

    Dan coba tebak siapa yang ditunjuk buat jadi jajaka? Well, it was me. And I swear to GOD I didn’t like it.

    Saya sendiri nggak mau sama sekali buat ikut kayak gituan. Saya nolak mentah-mentah waktu ditawarin. Saya udah bilang saya bakal ngecewain mereka, soalnya pertama, saya nggak punya bakat apa-apa. Kedua, saya paling nggak bisa tampil di depan umum. Tapi mereka maksa. Maksanya banget. Tanpa izin, mereka nulis nama saya di kertas pendaftaran, dan dikumpulin langsung ke OSIS.

    Jadi, Senin depan, mau nggak mau, saya harus nampilin yang terbaik buat mereka. Jangan sampe ngecewain kepercayaan mereka. Yeah, walaupun dengan terpaksa.

    Sumpah.

    Tags: , , ,